PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Pascaturun hujan, titik panas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), sudah nihil.

Meski begitu, helikopter yang bertugas melakukan water bombing masih tetap bersiaga, mengantisipasi kondisi darurat.

Komandan Satgas Udara Penanggulangan Karhutla Kabupaten Kobar, Danlanud Iskandar Letkol Pnb Ade Fitra, Jumat (31/8/2018), mengatakan bahwa saat ini satu dari dua helikopter yang bertugas melakukan water bonbing telah berpindah tugas ke Pontianak, Kalimantan Barat.

"Awalnya ada dua helikopter yang bersiaga di Kabupaten Kobar berjenis MI dan Kamov. Namun saat ini, helikoter MI bergeser ke Provinsi Kalbar untuk membantu penanganan karhutla di sana. Sedangkan helikopter Kamov masih bersiaga di Lanud Iskandar," tutur Letkol Pnb Ade.

Menurutnya, saat ini yang menjadi fokus helikopter Kamov ialah wilayah Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara.

--page

"Karena BNPB Pusat memang memperbantukan helikopter tersebut di daerah barat Kalteng untuk melayani tiga kabupaten yaitu Kobar, Lamandau, dan Sukamara," jelasnya.

Menurut dia, hingga saat ini diperkirakan sekitar 450 ribu liter air yang sudah disiramkan helikopter tersebut di sejumlah lokasi karhutla di tiga kabupaten.

"Karena dalam sehari helikopter tersebut melakukan water bombing sekitar 30 kali dalam dua kali sortie atau penerbangan. Sedangkan muatan air yang dibawa pada bucket berkisar 4.500 liter hingga 5.000 liter," sebut Danlanud. (KRIDA/B-3)