BORNEONEWS, Sampit - Polsek Baamang mengamankan enam remaja yang terlibat tawuran. Bahkan, perkelahian antar kelompok itu nekat dilakukan di sekitar Pos Polisi Baamang, Jalan Muchran Ali, Kelurahan Baamang Barat, Kamis (30/8/2018) malam.
"Malam kemarin kami mengamankan remaja yang terlibat tawuran. Ada sekitar 40 remaja yang terlibat, namun hanya enam orang yang berhasil diamankan," kata Kapolsek Baamang AKP Agoes Tri mewakili Kapolres Kotim AKBP Mogammad Rommel, Jumat (31/8/2018).
Tawuran tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 wib. Anggota geng SPC saling lempar batu bahkan botol kaca dengan anggota geng kawasan tersebut.
Perkelahian antar remaja di bawah umur itu menimbulkan keributan dan meresahkan warga. Namun, tidak ada warga yang berani melerai. Mereka hanya menonton hingga melapor ke Polsek Baamang.
Mendapatkan laporan itu, Kapolsek Baamang beserta dua anggotanya turun ke lokasi. Tawuran tersebut sempat dibubarkan, namun saat aparat hendak balik kanan, remaja itu kembali melakukan tawuran.
--page
"Banyak pecahan kaca dari botol yang mereka lempar itu. Ban motor anggota saya bocor akibat terkena pecahannya. Untung tidak mengenai kami," terang Kapolsek Baamang.
Merasa kegiatan itu semakin meresahkan dan membahayakan pengguna jalan lainnya, aparat pun bergegas melakukan penangkapan. Puluhan remaja di sekitar lokasi langsung melarikan diri.
Hanya enam remaja yang berhasil diamankan. Sesampainya di kantor Polsek Baamang, enam remaja itu diberikan pembinaan dan membuat surat perjanjian agar tidak kembali melakukan perbuatan serupa ataupun pelanggaran hukum lainnya.
Orangtua dari remaja tersebut dipanggil untuk diberikan arahan agar selalu mengawasi kegiatan para anak. Aparat juga ada mengamankan sepeda motor yang belum diketahui pemiliknya dari lokasi kejadian.
"Motor nya itu ada di lokasi tawuran, sudah kami tanya warga sekitar tidak ada yang tahu. Makanya turut kami amankan," jelasnya. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








