SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Budidaya ikan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai berkembang pesat. Banyak masyarakat yang melakoni bisnis tersebut, lkarena dinilai cukup menguntungkan.

Namun pembudidaya ikan masih menemui banyak kendalanya. Tidak hanya pengetahuan teknologi yang minim, namun juga pemasaran hasil panen dan permodalan awal. 

"Tiga kendala itu sangat berpengaruh pada budidaya ikan di Kotim ini. Yang paling utama adalah permodalan awal," kata Kepala Dinas Perikanan Kotim Herianto, Jumat (30/8/2018). 

Saat ini, para pembudidaya ikan di Kotim saat minim penggunaan teknologi tentang perikanan. Mereka hanya menggunakan kolam seadanya untuk keramba. Yang terpenting, ada bibit ikan, pakan, dan airnya.

Begitu juga pemasaran hasil panen, dengan hanya mengandalkan pengepul atau berjualan secara mandiri ke pasar. Sehingga ikan yang ditambak tidak langsung habis terjual. 

--page

"Untuk permodalan, sudah mulai kami atasi bekerjasama dengan bank terkait pinjaman," kata Herianto. 

Kondisi tersebut hampir dirasakan oleh pembudidaya ikan di Kotim. Sehingga tidak jarang mereka terpaksa berhenti menggeluti pekerjaan tersebut, karena takut rugi. 

"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu pembudidaya ikan di Kotim, seperti bibit dan pakan," jelas Herianto. 

Selain itu, petani ikan juga membutuhkan mesin pembuat pakan. Karena harga pakan sendiri cukup tinggi dan kerap berfluktuasi. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)