PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Indonesia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 atau 2018 IMF-WBG Annual Meetings di Nusa Dua, Bali. Pertemuan ini merupakan pertemuan keuangan dan ekonomi terbesar yang pernah dilaksanakan di Indonesia.

Banyak kesempatan perihal keuangan yang diharapkan dapat menjadi keuntungan bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Masuknya devisa secara serentak pada saat wakil-wakil dari 189 negara ini datang, tentu akan berimbas kepada perekonomian Indonesia pada umumnya dan daerah-daerah khususnya.

Belum lagi pembahasan-pembahasan tingkat tinggi yang menyangkut ekonomi dunia yang akan terjadi, sedikit banyak akan diselingi dengan kisah perekonomian Indonesia yang berhasil bangun dari keterpurukannya pascakrisis moneter 20 tahun lalu.

Penulis menduga, isu krisis moneter ini akan menjadi salah satu topik yang paling seru dibahas dalam pertemuan ini. Di tingkat dunia tentu krisis di Venezuela, Turki, dan beberapa negara lain akan menjadi pembicaraan serius. Semua peserta pertemuan tentu akan berebut menilai dan memberi saran perbaikan perekonomian kepada negara-negara ini. Inflasi yang terlalu tinggi dan tak terkendali menjadikan negara dikatakan sedang mengalami krisis moneter.

Inflasi Kalteng

Isu inflasi juga menjadi perbincangan hangat di tingkat daerah. Baru-baru ini, bahkan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah menyelenggarakan High Level Meeting, khusus membahas inflasi. Daging ayam ras disebut menjadi satu dari beberapa komoditas yang kerap memicu inflasi di provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai" ini. Selain itu ada cabai, angkutan udara, dan bawang merah.

--page

Hasil pembahasan sementara ialah memperlakukan daging ayam ras setara dengan daging sapi dan kerbau, yakni dibekukan. Daging sapi dan kerbau beku terbukti membuat harga dua jenis daging ini stabil di pasar. Sementara daging ayam ras, masih terus menjadi pemicu inflasi.

Solusi ini memunculkan kerja sama Pemerintah Provinsi Kalteng dan Bank Indonesia dengan Bulog Divre Kalteng dan sebuah perusahaan pasar modern. Daging ayam ras akan dipasok ke Kalteng, dibekukan, dan dipasarkan melalui supermarket atau rumah pangan kita (RPK) yang merupakan binaan Bulog.

Momentum pertemuan ekonomi dan keuangan terbesar di dunia ini tentunya harus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Partisipan pertemuan ini harus menjadi keterwakilan suara-suara masyarakat Indonesia, bukan hanya perekonomian nasional, tetapi juga ekonomi daerah.

Bangga Jadi Tuan Rumah

Tujuan awal pertemuan tahunan ini adalah mempererat kerja sama moneter global, memperkuat kestabilan keuangan, mendorong perdagangan internasional, memperluas lapangan pekerjaan sekaligus pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan mengentaskan kemiskinan di seluruh dunia. Maka ketika pertemuan penting tingkat dunia ini dilaksanakan di Indonesia, kita patut berbangga.

Pertama, kegiatan ini akan dihadiri Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara anggota IMF dan World Bank, para investor, pelaku bisnis, instansi parlemen, komunitas perbankan, organisasi kemasyarakatan, akademisi, media dan partisipan lain. Total delegasi diperkirakan mencapai lebih dari 15 ribu orang.

--page

Kurang bangga apa lagi kita? Jika separuhnya saja datang dari luar Indonesia, bayangkan devisa yang akan masuk ke Indonesia.

Kedua, kehadiran 15 ribu orang dan berbagai pertemuan serta event lainnya yang akan dihelat di Bali ini, diharapkan mampu memberi manfaat besar bagi Indonesia. Tentu saja bukan hanya manfaat jangka pendek seperti devisa. Tetapi lebih dari itu, manfaat jangka panjanglah yang sangat diharapkan.

Jika delegasi negara-negara ini datang ke Bali, yang kita tahu menjadi semacam 'Indonesia Kecil' di mata dunia, pemerintah tentu juga akan memperkenalkan bahwa Indonesia tidak hanya Bali. Ada harapan bahwa para wakil negara ini akan menjadi orang yang selalu menjawab, "Aku merekomendasikan Indonesia," saat orang-orang bertanya, "Kemana kita seharusnya pergi liburan tahun ini?"

Kebanggaan kita ini harus juga dibarengi dengan tindakan berbenah diri. Pemerintah melalui pagu anggaran Kementerian Keuangan sudah menyiapkan Rp855,5 miliar untuk menyukseskan pertemuan ini.

Layaklah jika setiap daerah juga mempersiapkan diri untuk kedatangan para tamu ini. Karena selain devisa, acara ini juga akan menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia serta kemajuan perekonomian Indonesia.

--page

Indonesia juga memiliki kesempatan tampil dan memperkenalkan dirinya sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan yang baik di banyak bidang, sekaligus mempromosikan potensi-potensi sumber daya yang dimilikinya. Termasuk, kebijakan-kebijakan ekonomi yang reformis, adaptif dan berdaya tahan.

Selain itu, terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah menunjukkan tingginya kepercayaan dunia Internasional terhadap Indonesia di dalam bidang keamanan, stabilitas politik, dan keberhasilan di bidang ekonomi. Menjadi tuan rumah IMF-WB merupakan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kemajuan dan ketahanan ekonomi, dan leadership serta komitmen Indonesia dalam penanganan isu-isu global.

Momentum ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan promosi pencapaian Indonesia dalam menerapkan reformasi dan demokrasi, promosi ketahanan nasional dan kemajuan ekonomi Indonesia pascakrisis Asia, serta menunjukkan kepemimpinan dan komitmen Indonesia dalam pembahasan isu global. Kemudian promosi budaya, pariwisata, industri kreatif, serta financial technologies (fintech). (TESTI PRISCILLA/B-2)