BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga gas elpiji tabung 3 kilo gram (Kg) kembali melejit di Kota Palangka Raya.
Terakhir harganya sudah menyentuh angka Rp30.000 di kawasan Tingang Ujung, Palangka Raya. Padahal biasanya hanya berkisar antara Rp25.000-Rp28.000 untuk di kawasan ini sementara di pusat Kota Palangka Raya biasanya hanya Rp22.000.
"Harganya naik karena lagi kosong. Kami hanya mengikuti harga dari pangkalan. Di sana naik, terpaksa di sini kita naikkan juga," kata Ainul, pedagang sembako, Jumat (31/8/2018).
Menurut Ainul, kenaikan harga elpiji 3 Kg ini terjadi pasca Idul Adha kemarin. Parahnya, kelangkaan gas elpiji ini berlanjut hingga saat ini, sepekan lebih setelah Hari Raya Kurban itu.
"Saya tidak tahu apakah ini berhubungan, tapi pasca Idul Adha kemarin ini jadi langka. Mungkin masyarakat banyak menggunakan gas saat ada bagi-bagi hewan kurban kemarin jadi pasokan cepat habis," terkanya.
Apapun penyebabnya, kalangan anggota DPRD meminta agar pemerintah turun tangan atas kondisi ini.
"Pemerintah melalui dinas terkait harus menangani ini. Cari sumber masalahnya, apa penyebab kelangkaan ini," kata Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Sugianor. (TESTI PRISCILLA/B-6)








