BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang paling bertanggungjawab terkait dugaan pencemaran air sungai yang mengakibatkan ikan mati secara massal di Desa Sebabi, Kecamatan Telawang.
Bahkan, Parimus mengatakan, kejadian itu dianggap sebagai kejahatan lingkungan yang luar biasa.
Parimus mendesak agar DLH segera mengecek kondisi air sungai itu. Apa penyebab hingga pulugan ribu ekor ikan berbagai jenis dan ukuran itu mati.
Bahkan Parimus mengaku sudah menerima aduan warga terkait kejadian itu. "Maka dari itu kami juga tidak akan tinggal diam,” kata dia.
Parimus menyebutkan, jika di sekitar sungai itu ada pabrik kelapa sawit yang operasional. Namun belum diketahui apakah penyebabnya berasal dari limbah pabrik itu atau ada tindakan oknum lainnya.
--page
"Ada pabrik di daerah sungai Buluh Tibung. Di sungai itu merupakan titik awal terjadi kematian massal ikan sungai itu," kata Parimus.
Dari video dan foto yang diterimanya, patut diduga air sungai itu beracun. Dia juga menegaskan kepada pemkab untuk segera bersikap. Dan dia juga mendukung langkah cepat kepolisian. (NACO/B-11)








