SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sarjono menekankan pembangunan di sektor pendidikan itu tidak hanya berkutat pada proyek fisik semata, contohnya seperti bangunan sekolah.

Tetapi yang tidak kalah penting, yakni memerhatikan kelengkapan sarana dan prasarana, hingga tenaga pendidik yang berkualitas serta bertanggungjawab. 

Sarjono mengatakan, pendidikan tidak akan maju jika dari sisi kebutuhan guru, sarana dan prasarana khususnya di wilayah pedalaman itu tidak  diakomodir. 

"Padahal jika setiap tahun mampu diselesaikan secara berkalanjutan, saya yakin dalam kurun waktu 10 tahun ke depan kualitas pendidikan di Kotim bisa merata,” kata Sarjono, Sabtu (1/9/2018).

Sarjono menginginkan pemerataan sektor pendidikan itu harus tercapai. Apabila tidak maka, kualitas SDM di Kotim akan selalu dalam pusaran ketertinggalan. 

--page

Hal itu dikhawatirkan akan berdampak kepada berbagai sektor di daerah tersebut. Apalagi, selama ini bisa dilihat ketimpangan sektor pendidikan masih terpaut jauh antara kota dan desa.

Sarjono sebagai wakil masyarakat dari pedalaman, mendesak agar pemerataan pembangunan tidak ditawar-tawar lagi.

Hal yang pertama harus dilakukan dengan meningkatkan SDM,  pemerintah daerah harus hadir dengan keberpihaknnya melalui kebijakan untuk membangun sektor pendidikan secara cepat dan tepat. (NACO/B-11)