SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Meski saat ini sudah tidak ditemukan lagi titik api di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tim gabungan yang bertugas di Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan di komplek Museum Kayu, Jalan S Parman, Sampit, tetap siaga.

"Meski titik api sudah padam kita tetap siaga. Setiap hari kami selalu stanby di posko," kata Wakil Ketua Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Kotim, Rihel, Minggu (2/9/2018).

Tim juga terus memantau hotspot yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Namun, hingga kini pascaturunnya hujan, titik api sudah nihil.

"Kami berharap tidak ada lagi titik api. Apalagi jika ada lagi hujan susulan. Hujan beberapa hari lalu saja semua titik api mati. Mengingat hujan cukup lebat dan terjadi di seluruh kecamatan," tukas Rihel.

Sepanjang Agustus lalu, sedikitnya ada dua kali hujan mengguyur Kotim. Meski demikian bukan jaminan titik api seluruhnya padam mengingat saat masih belum memasuki musim penghujan.

--page

Dari prediksi Badan Meteroligi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan, Sampit, Kotim akan memasuki musim penghujan pada Oktober mendatang. (NACO/B-3)