BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Supriadi mendesak pemkab agar menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas. Masih banyak jalan dan gang rusak dalam Kota Sampit yang belum tersentuh pembangunan.
"Hendaknya pekerjaan yang belum tuntas itu bisa diselesaikan paling lambat hingga 2021 mendatang," kata Supriadi, Minggu (2/9/2018).
Menurutnya, tidak terselesaikannya jalan dan gang dalam kota itu karena dalam menyusun program, dinas teknis yang membidanginya tidak peka dalam menyusun pembelanjaan APBD Kotim.
Jalan dan gang di pemukiman itu tidak terakomodasi karena ada kesalahan dan kurangnya kecermatan dalam membelanjakan APBD Kotim.
"Dinas teknisnya masih kurang peka dengan persoalan itu. Akibatnya, banyak jalan dalam kota ini tidak tersentuh pembangunan sama sekali," tegasnya.
--page
Padahal menurut dia, dalam rangka membiayai pembangunan jalan di lingkungan permukiman itu tidak besar. Setidaknya Rp200 juta untuk tiap gang.
Apabila setiap tahunnya ada 25 jalan lingkungan yang dibangun maka dalam setahun ada ratusan jalan lingkungan yang mampu dituntaskan.
Supriadi menyatakan, sudah kerap kali mengingatkan hal itu kepada Pemkab. Namun, karena DPRD memiliki kewenangan terbatas maka apa yang jadi aspirasi dari masyrarakat soal pembangunan jalan lingkungan itu sering terabaikan. (NACO/B-2)








