BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak Januari 2018 hingga Agustus ini terdapat 33 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi.
"Dari Januari ada 33 karhutla. Itu yang sudah kami rekap. Bulan Januari satu kejadian, Juni dua kejadian, Juli 13 kejadian, Agustus 17 kejadian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Sihang, Minggu (2/9/2018).
Dari 33 kasus karhutla sepanjang 2018 ini, luas lahan yang terbakar sekitar 71,5 hektare. "Bulan Januari itu satu saja kejadian karhutlanya tapi luas lahan yang terbakar mencapai 3 hektare. Sementara yang bulan Juni itu ada 2 karhutla tapi luasnya hanya sekitar 2 hektare," jelas Sihang.
Lalu di bulan Juli menurutnya, 13 kejadian karhutla itu membakar lahan hingga 19 hektare. "Sementara untuk Agustus terjadi 17 kejadian karhutla dengan luasan lahan yang terbakar sekitar 47,5 hektare. Jadi total kejadian karhutla di Kota Palangka Raya terhitung dari awal Januari hingga Agustus 2018, hanya berkisar 33 kejadian, dengan lahan yang terdampak sekitar 71,5 hektare," tandasnya.
Sementara terkait kebakaran yang terjadi di kawasan Desa Tumbang Nusa dan Taruna pada 31 Agustus hingga 1 September 2018 kemarin, menurut Sihang, merupakan kawasan milik Kabupaten Pulang Pisau.
--page
Meski sangat dekat dan berbatasan dengan wilayah Kota Palangka Raya, pihaknya tidak terlibat langsung dalam proses pemadaman karhutla itu. Namun, pihak Provinsi Kalteng turun tangan memadamkannya.
"Kalau yang di Palangka Raya ada 33 kejadian itu rinciannya. Kita berharap tentu tidak ada penambahan lagi. Syukur kemarin hujan dan hari ini tidak begitu terik," tambahnya.
Hujan yang turun sangat disyukuri lantaran pihaknya saat ini bisa dikatakan berada pada fase pendinginan pascakebakaran di bulan Agustus. Pendinginan dengan penyiraman area lahan yang terbakar, sekaligus pemantauan terus menerus. (TESTI PRISCILLA/B-2)








