SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kerusakan ekosistem mangrove atau bakau memperparah abrasi, dimana saat ini beberapa wilayah pesisir Kabupaten Sukamara sudah terjadi penggerusan, bahkan mulai mendekati rumah-rumah warga.

"Kerusakan ekosistem mangrove ini dapat menyebabkan deforestasi ekosistem pesisir, penurunan kualitas air, populasi dan abrasi," jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara, Rendy Lesmana, Minggu (2/9/2018).

Menurut Rendy, dampak tersebut saat ini sudah sangat terlihat. Terbukti dengan semakin tergerusnya pinggiran pesisir pantai yang setiap tahun semakin mendekati rumah penduduk.

Sebelumnya, Camat Pantai Lunci M Yunus meminta agar Pemerintah Kabupaten Sukamara memperhatikan beberapa lokasi permukaan pantai yang mulai mengalami abrasi.

"Kami berharap kepada instasi terkait agar memberikan perhatian-perhatian khusus kepada wilayah pesisir. Salah satunya adalah beberapa wilayah pantai yang permukaannya mulai tergerus ombak," pinta M Yunus.

--page

Yunus mengatakan, beberapa lokasi yang mengalami abrasi adalah di lokasi wisata Pantai Citra yang permukaan pantainya mulai mengalami abrasi. Sehingga perlu adanya upaya untuk pencegahan agar tidak semakin parah. (NORHASANAH/B-2)