PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 30 perserta baik pelajar dan umum dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti lomba karya tulis ilmiah dengan tema ‘Dugong, Lamun, Kita dan Kelestarian Lingkungan,’ yang diselenggarakan WWF, Pustaka Untama, Selanting dan Lamankita.id. 

Ketua pelaksana kegiatan Brian L Djumaty menuturkan, pada umumnya peserta yang mengikuti lomba karya tulis ilmiah adalah pemula, sehingga tim juri memaklumi sistematika penulisan peserta banyak yang belum terstruktur.

“Kami melihat fenomena yang diangkat dari tulisan, dan itu menjadi acuan kami, karena ini pemula bagi para pelajar, kami berharap ini menjadi proses pembelajaran bagi para pelajar untuk meningkatkan bacaan di media sosial yang datanya akurat, sehingga tidak ada unsur plagiat,” ujar Brian, usai penyerehan hadiah kepada para pemenang di Pontisuri Cafe Pangkalan Bun, Minggu (2/9/2018).

Brian meneruskan, tujuan dari lomba karya tulis untuk menyebarluaskan informasi tentang pentingnya dugong dan lamun bagi kehidupan manusia. Karena perlu disadari bahwa populasi dugong saat ini berkurang dan akan punah jika tidak cepat dilakukan sosialisasi maka akan hilang.

“Ke depan kami berharap ada kegiatan semacam ini dengan tema berkaitan isu lingkungan lainnya, agar  informasi berkaitan dengan pentingnya menjaga lingkungan bagi kehidupan manusia lebih disuarakan lagi, karena lingkungan sangat penting bagi kehidupan kita,” kata Brian yang merupakan Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan Untama, Sekretaris Pusat Studi Pariwisata Kalimantan dan Peneliti Sosiologi Pembangunan.

--page

Sementara itu, Side Manager DSCP WWF Indonesia, Kabupaten Kobar, Idham Farsha mengatakan, populasi dugong di perairan laut Kabupaten Kobar belum bisa dipastikan karena aquatic sehingga tidak dapat dipastikan berapa jumlah pastinya.

“Tapi kalau dibilang ada, sampai bulan kemarin kita survei masih muncul, nelayan juga berkata demikian,” imbuhnya.

Idham melanjutkan, dengan kondisi tahun 2016 menuju 2017 pihaknya melakukan survei untuk padang lamun agak berkurang, namun ada peningkatan pada tahun 2018 ini.

“Kita akan lakukan survei pada musim yang sama, untuk memastikan ia tumbuh meningkat pada musim yang sama,” jelasnya. (ANDRE/B-5)