BORNEONEWS, Palangka Raya - Pegiat literasi yang tergabung dalam Komunitas Payung Literasi berkunjung ke SD Aisyiah, Jalan Bukit Bondang, Tjilik Riwut Km 8 Palangka Raya. Dalam perbincangan, muncul obrolan soal para siswa yang seharusnya tumbuh dan berkembang dengan tontonan dan bacaan yang sesuai pula.
Nurhadi, seorang praktisi sastra dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bersama M Alimulhuda dari Sanggar Terapung dan Lukman Juhara Guru SMAN 5 Palangka Raya dalam perbincangan sesaat menyampaikan pesan agar para siswa yang masih tumbuh dan berkembang bisa didampingi dalam memilih tontonan dan bacaan yang sesuai.
"Anak-anak kita yang belum bisa memilih dengan tepat harus mendapat pendampingan dan pembimbingan dalam memilih bacaan yang baik untuk menumbuhkan semangat berliterasi," kata Lukman Juhara kepada borneonews, Minggu (2/9/2018).
"Kita berikan kesempatan untuk membaca apa saja yang positif dan kreatif dan terbebas dari isi negatif, seperti isu SARA dan pornografi. Dengan semangat, niat baik, dan kreativitas yang terus-menerus niscaya anak-anak ini akan menjadi tunas dan generasi literat berkarakter yang siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan," lanjut Lukman.
Sementara itu, sambutan singkat dari Nany Isnawati mewakili Kepala SD Aisyiah menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Payung Literasi di sekolahnya yang berlangsung pada Sabtu (1/9/2018) itu.
--page
"Terima kasih karena Payung Literasi telah berbagi pengetahuan dan semangat literasi di sekolah kami," Katanya.
Menurut Nany, anak-anak gembira dengan kegiatan itu dan dia berharap kegiatan ini bisa memberikan semangat berliterasi bagi siswanya.
Usai bincang-bincang singkat, semarak sore menjelang senja pun dimeriahkan oleh penampilan musikalisasi puisi dan grup vokal dari siswa SMA Muhammadiyah.
Dengan kreativitas dan semangat, mereka tampil menggugah semangat berliterasi. Maka kreativitas sesederhana apa pun perlu didukung dan dipayungi oleh semangat dan keikhlasan yang terus mengalir tanpa henti. (TESTI PRISCILLA/B-5)








