BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyambut positif kebijakan pemerintah dengan diluncurkannya program biodiesel 20% (B20) dalam konteks kelapa sawit.
Dikutip dari pernyataan resmi manajemen perusahaan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/9/2018), perusahaan memandang permintaan biodiesel yang cukup kuat di Eropa kini terlihat stagnan.
"Harapannya, dengan diterapkannya B20 di dalam negeri, demand CPO untuk di-blend dengan minyak fosil akan meningkat," ujar manajemen perseroan.
Jika permintaan meningkat walaupun pertumbuhan pasokan dalam negeri sudah tidak menggeliat, namun dalam jangka panjang akan memperkuat harga minyak sawit mentah (CPO).
"Kami sangat mendukung kebijakan yang dijalankan pemerintah, karena ini juga akan menambah devisa untuk negara kita," tambahnya.
--page
Hingga saat ini, kapasitas biodiesel nasional masih kurang dari 30%. Oleh karena itu, dengan diberlakukannya program B20, maka utilitas diharapkan dapat meningkat.
"Kami memandang, jika memang Indonesia secara keseluruhan menggunakan biodiesel pun kapasitasnya masih dapat ditangani, sehingga kami masih melihat apakah perseroan perlu masuk dalam program biodiesel karena kapasitas biodiesel proccesing cukup besar," paparnya.
Kendati demikian, perseroan masih belum ada rencana untuk ikut program B20. (NEDELYA RAMADHANI/m)








