PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Terdapat beberapa kiat yang diterapkan masing - masing Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di lingkungan PT Sawit Sumber Mas Sarana (SSMS), Tbk untuk mencapai angka kecelakaan nihil atau Zero Accident di tempat kerjanya.

Usai apel Senin (3/9/2018) di Kantor Pusat Citra Borneo Indah (CBI) Group, tiga dari empat Mill Manager PKS yang mendapatkan penghargaan tersebut yakni PKS Natai Baru, PKS Nanga Kiu dan PKS Melata bersedia membagi kiat- kiat kesuksesannya.

Sistem tilang dan sanksi denda, itulah yang dilakukan oleh PKS Nanga Kiu untuk memacu para karyawannya agar mematuhi dan melaksanakan keselamatan kerja untuk mencapai target zero accident.

"Setiap hari, kita selalu mengingatkan akan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam beraktivitas. Saat melakukan briefing kita selalu tekankan mengenai wajib penggunaan peralatan pelindung atau safety untuk menjaga keselamatan diri," jelas Mill Manager PKS Nanga Kiu Prijo Sulistijono.

Bila ada pelanggaran, lanjut Prijo, pihaknya dan para karyawan sepakat menjatuhkan sanksi denda bagi pelanggar dalam hal penggunaan perlengkapan safety.

--page

"Biasanya si pelanggar kita denda Rp50 ribu per pelanggaran. Walau demikian, sepertinya selama ini di tempat kita juga sangat minim pelanggaran. Karena para karyawan sangat memahami pentingnya menggunakan perlengkapan safety tersebut," jelas Prijo.

Lain lagi yang dilakukan oleh PKS Natai Baru untuk menumbuhkan dan menjaga kesadaran karyawan agar selalu menerapkan K3 di lingkungan kerjanya.

"Kita selalu melakukan pengawasan melekat pada setiap karyawan. Bila diketahui ada karyawan yang melakukan pelanggaran penggunaan safety atau terjadi kecelakaan kerja sekecil apapun, akan dilakukan evaluasi," jelas Mill Manager PKS Natai Baru Sanjaya Marpaung.

Menurutnya, ada sanksi yang diberikan bila terjadi pelanggaran terhadap K3.

"Bila ada karyawan yang dipergoki tidak menggunakan atau penggunaan safety yang tidak benar, maka awalnya kita berikan teguran di tempat. Bila kesalahan tersebut terjadi 3 kali, maka karyawan yang bersangkutan akan dikenakan sanksi skorsing kerja. Walau demikian syukurlah selama ini hal tersebut masih belum terjadi," jelas Sanjaya.

Kemudian ada juga kiat menarik yang dilakukan oleh PKS Melata untuk menjaga kesadaran tertib K3 di lingkungan kerjanya.

--page

"Kita menerapkan pola reward atau penghargaan bagi karyawan yang patuh dalam hal K3. Kemudian bila ditemui ada karyawan yang melakukan pelanggaran safety, si pelanggar tersebut akan kita beri teguran dan ia diwajibkan untuk menjadi pengawas pelanggaran safety," jelas Mill Manager PKS Melata Hendra Utama Pohan.

Walau demikian, lanjutnya, selama ini sangat sedikit pelanggaran tersebut dilakukan oleh para karyawan.

"Lucunya, di antara sedikit pelanggaran yang ditemui adalah ketidakpatuhan menggunakan safety belt saat pekerja menaiki tempat yang jaraknya tidak terlalu tinggi dari lantai atau sekitar 2 meter. Biasanya ada saja yang lupa menggunakan safety belt lantaran ketinggiannya dianggap rendah," jelasnya.

Namun, lanjut Hendra, bila pekerja tersebut beraktivitas di tempat yang lebih tinggi lagi, biasanya mereka tetap patuh menggunakan safety belt. 

"Mungkin lantaran lebih tinggi dari 2 meter, jadi yang bersangkutan sadar bahwa bila jatuh takut cidera fatal," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)