SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga Desa Sebabi, Tanah Putih dan Runting Tada, Kecamatan Telawang meminta pihak-pihak bisa mengambil sikap atas dugaan pencemaran lingkungan di aliran Sungai Seranau yang berdampak pada tiga desa itu sehingga banyak ikan mati.

"Ini dampaknya jangka panjang bagi mata pencaharian kami. Karena banyak ikan yang mati. Tidak mungkin kondisi ini kembali satu atau dua bulan saja," kata Ajeng warga Desa Tanah Putih.

Saat hearing di DPRD Kotim, Senin (3/9/2018), menurut mereka kerugian tidak hanya akibat ikan dikeramba nelayan yang mati saja. Namun warga akan kesulitan untuk mencari ikan lagi karena sudah banyak yang mati.

Maka dari itu warga mendesak agar perusahaan yang mengakibatkan pencemaran itu terjadi bisa bertanggung jawab dengan kondisi tersebut.

"Kita harus cari tahu apa penyebabnya, DLH harus menyampaikan masalah ini secara transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi," kata Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun.

Karena lanjut Rimbun sudah sering terjadi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah sawit itu selama ini namun tidak jelas ujung penyelesaiannya. Termasuk persoalan ini hang diduga kematian ikan akibat limbah PT Sukajadi Sawit Mekar yang meluap.

--page

Bahkan dalam hearing itu warga maupun kalangan DPRD Kotim menunjukan aliran limbah perusahaan PT Sukajadi Sawit Mekar yang mengalir ke sungai warga.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Kotim AKP Wiwin Juniato Supriadi meminta agar warga mempercayakan masalah itu kepada mereka dan Dinas Lingkungan Hidup.

"Percayakan kepada kami dan beri kami waktu, kami akan bekerja untuk mengungkapnya," tandas Wiwin. (NACO/B-5)