PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan upaya antisipasi lonjakan harga daging ayam yang terkadang mengalami lonjalan kenaikan harga.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail saat ditemui awak media menjelaskan, salah satu langkah kongkrit Pemprov mengatasi lonjalan harga adalah dengan menyediakan daging ayam ras beku.

"Kita sudah menggandeng Heppymart sebagai perusahaan swasta dan Bulog sebagai badan usaha pemerintah untuk ikut ambil bagian, namun sebelum itu ada sosialisasi kepada masyarakat," ucapnya, Senin (3/9/2018).

Habib menilai, sosialisasi daging beku sangat mempengaruhi karena saat ini masyarakat khususnya di wilayah Kalteng masih kurang memahami.

"Karena masyarakat kita ini sudah terbiasa mengkonsumsi daging segar atau sembelihan, padahal daging beku juga sama sehatnya jika dikonsumsi," lanjutnya.

--page

Ketersedian daging ayam segar, lanjut dia, yang terkadang stoknya terbatas bahkan kosong sehingga harganya menjadi mahal dapat tertutupi dengan keberadaan daging ayam beku. (GAZALI/B-5)