PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kampus Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Palangka Raya menggelar kegiatan Keakraban dalam menerima mahasiswa baru.

Namun ternyata menurut catatan panitia dari 60 mahasiswa baru yang diterima hanya ada 50 orang yang mengikuti kegiatan ini. Padahal usai mengikuti kegiatan Keakraban, maha siswa baru (maba) akan menerima sertifikat yang akan berguna saat akan Yudisium nantinya.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan resmi penerimaan mahasiswa baru yang imbasnya nanti akan berlanjut pada Yudisium. Salah satu syarat mahasiswa PBSI diyudisium sebelum wisuda nanti ialah melampirkan sertifikat Keakraban ini. Jadi untuk yang tidak ikut tahun ini ya terpaksa harus mengulang atau mengikuti kegiatan Keakraban tahun depan lagi," kata Desy Ratna Sari, Ketua Panitia Kegiatan Keakraban ini kepadaborneonews.co.id, Senin (3/9/2018).

Menurut Desy, ketidakhadiran mahasiswa ini ada yang karena sakit, sedang dalam masa penyembuhan, keluarganya meninggal dan lainnya. Namun, karena keharusan terhadap keikutsertaan dalam kegiatan, semua maba yang tidak mengikuti Keakraban ini menurutnya harus mengikuti di tahun berikutnya.

"Kalaupun tidak di tahun depan, bisa tahun depannya lagi. Kalaupun tidak mau ikut, akan terkendala saat akan Yudisium sehingga saat akan Yudisium pun harus ikut ini dulu supaya dapat sertifikat," jelasnya.

--page

Untuk mengikuti kegiatan tersebut pun mahasiswa baru menurut Desy hanya harus berkontribusi sebesar Rp100.000 untuk 5 hari kegiatan. Semuanya juga untuk keperluan maba sendiri.

"Dananya untuk mereka sendiri antara lain untuk konsumsi, ATK dan sebagainya. Sementara untuk dana utama kita ada dana dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)," tuturnya.

Kegiatan keakraban menurut Desy memang tujuannya sesuai nama, mengakrabkan mahasiswa baru dan mahasiswa lama, juga mengakrabkan mahasiswa dan dosen. Selain itu juga ada pengetahuan-pengetahuan yang diajarkan sebelum memasuki dunia mahasiswa sehingga sebenarnya yang diharapkan ikut adalah benar-benar mahasiswa baru.

"Kegiatan pertama hari Kamis kemarin diawali dengan pembimbingan penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS) dan KPRS (perubahan KRS) bagi mahasiswa baru, panitia yang semuanya dari angkatan 2016 ini membimbing penyusunan KRS dengan penulisan yang baku. Makanya sebenarnya kegiatan ini perlu untuk mahasiswa baru," katanya.

"Tapi untuk yang tidak ikut sekarang lalu ikut tahun depa tentu dia akan merasa kegiatan ini membosankan karena memang dia sudah tahu semua ini saat sudah menjalani perkuliahan. Tapi karena ini salah satu syarat Yudisium mau tidak mau yang ketinggalan tahun ini harus ikut di tahun berikutnya," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)