BORNEONEWS, Palangka Raya – Selama Agustus 2018, kondisi Kota Sampit berbeda dengan Kota Palangka Raya terkait inflasinya. Pada indikator ekonomi ini, keduanya bertukar posisi. Bulan sebelumnya Sampit alami deflasi dan Palangka Raya yang alami inflasi kini berbalik.
Di Kota Sampit terjadi inflasi sebesar 0,27% pada Agustus disebabkan beberapa komoditas. Harga angkutan udara 0,11% disusul mobil 0,10%. Lalu Rokok kretek filter andil 0,07% inflasi Sampit.
“Berikutnya harga ikan selar sumbang inflasi Sampit 0,06 persen kemudian sepeda motor juga sumbang 0,06 persen,” kata Kepala BPS Kalteng Hanif Yahya, Senin (3/9/3018).
Baik Sampit maupun Palangka Raya pemicu deflasi adalah sama-sama karena daging ayam ras. Hanya beda di persentase. Di Kota Sampit, penurunan harga menyumbang andil deflasi -025% sedangkan di Palangka Raya hanya -0,16%.
“Berikutnya untuk Sampit, harga komoditas yang memicu deflasi adalah bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, d an buah jeruk,” imbuhnya. (ROZIQIN/B-2)








