SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Warga yang terkena dampak kematian ikan massal di wilayah Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku tak berani menggunakan air PDAM di wilayah mereka.

Mereka khawatir air PDAM di sana tercemar mengingat distribusi air PDAM mengambil dari air sungai yang diduga tercemar akibat limbah perusahaan.

Menyikapi hal tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Kotim H Halikinnor akan meminta PDAM Sampit segera berkoodinasi dengan pihak pemerintahan di sana jika memang perlu distribusi air bersih harus secepatnya dilakukan.

"Nanti saya akan minta dengan PDAM, agar didistribusikan segera," kata mantan Assisten II Setda Kotim tersebut, Selasa (4/9/2018).

Ke depan, menurut Halikinnor, pihaknya akan mengadakan mobil double kabin di tiap SOPD agar saat terjadi musim kemarau mobil itu dapat dimanfaatkan membawa air. Baik itu air untuk memadamkan api maupun distribusi air bersih ke wilayah pelosok yang krisis air bersih.

--page

"SOPD kita ini banyak bayangkan saja jika ada 30 mobil double kabin. Satu mobil mambu bawa 1.000 liter air, sangat membantu kita sekali. Ini sudah kita rapatkan dengan Pak Bupati," tegas Halikinnor. (NACO/B-5)