SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Daerah (Sekda) Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian ikan secara massal di Sungai Seranau, Kecamatan Telawang.

"Kami minta masalah ini diusut sampai tuntas. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak kepolisian jika memang ada kelalaian dan ada unsur pidana kami dukung ditindak tegas," kata Sekda Kotim H Halikinnor, Selasa (4/9/2018).

Selain itu Halikinnor jug meminta SOPD teknis untuk turun tangan. Bahkan dari Dinas Kelautan dan Perikanan sudah diperintahkan untuk mengambil sampel air yang mencemari desa Sebabi, Tanah Putih dan Runting Tada itu.

"Agar bisa dicari tahu apa penyebabnya. Kan itu terlebih dahulu kita cari tahu," tukasnya.

Tidak hanya itu ia juga sudah meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk menelusuri dari mana asal mula hingga terjadi kematian ikan itu. Apakah akibat racun Putas dari oknum tertentu yang dengan sengaja atau akibat limbah perusahaan yang bocor akibat hujan beberapa waktu lalu.

--page

"DLH juga saya minta agar cek perusahaan mana saja di sekitar memiliki kolam penampungan limbah. Karena bisa saja akibat luapan limbah atau akibat pupuk kebun perusahaan," tukas Halikinnor

Halikinnor juga belum mau berandai-andai menyebutkan penyebabnya jika belum ada hasil dari tim yang mereka turunkan.

"Namun jika akibat racun Putas biasanya itu besar-besar saja sasarannya. Ini yang kecil ikut mati," tegasnya menyayangkan. (NACO/B-5)