BORNEONEWS, Kasongan - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Katingan akan jemput bola dalam melakukan tagihan rekening air ke rumah pelanggan yang menunggak.
Hal ini dilakukan agar pelanggan tidak terlena untuk membayar rekening tagihan air setiap bulannya.
Pasalnya, sejauh ini tunggakan soal tagihan rekening air PDAM se-Kabupaten Katingan ini mencapai sekitar Rp3 miliar.
"Makanya sejak bulan Agustus 2018 ini kita berlakukan penagihan langsung ke rumah pelanggan bagi yang menunggak," ujar Direktur PDAM Kabupaten Katingan, Adiansyah, Selasa (4/9/2018).
Adi panggilan akrab Adiansyah ini mengaku jika PDAM Kabupaten Katingan sejauh ini masuk kategori tidak sehat. Ini berdasarkan penilaian pihak BPKP.
--page
"Salah satu faktornya karena masih banyaknya tunggakan pelanggan PDAM itu," katanya.
Adi menggambarkan, hingga saat ini tidak semua warga di wilayah Katingan bisa menikmati suplai air PDAM itu.
"Karena PDAM baru ada di beberapa daerah saja, seperti Mendawai, kemudian Petak Bahandang, Kereng Pangi, Kasongan, Pendahara dan Tumbang Samba."
Dari beberapa PDAM tersebut, Adi mengaku bahwa separo PDAM yang ada sejauh ini masih merugi, sementara separo lainnya sudah bisa dikatakan berhasil atau untung.
"Makanya agar PDAM kita sehat sehat kita berlakukan jemput bola bagi pelanggan yang menunggak itu," imbuh Adiansyah. (ABDUL GOFUR/B-5)








