SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Satreskrim Polres (Kotawaringin Timur (Kotim) dikerahkan ke Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, untuk menyelidiki kasus ribuan ekor ikan yang mati di Sungai Seranau pada Selasa (28/8/2018) lalu.

Hingga kini sedikitnya ada 9 saksi yang dimintai keterangannya di Polres Kotim guna penyelidikan lebih lanjut. Namun hal itu masih belum dapat mamastikan penyebab matinya ribuan ekor ikan. 

"Polres Kotim pasti akan mengusut tuntas kasus ini. Petugas juga sudah di terjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan terkait hal itu. Sejauh ini sudah ada 9 saksi, baik itu dari warga maupun dari peruahaan perkebunan kelapa sawit didaerah itu," ucap Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, Selasa (4/9/2018).

Jila diperoleh adanya unsur pidana maka kasus ini akan diproses sesuai jalur atauran dan jalur hukum yang berlaku. Sebelumnya, ikan yang mendadak mati diwilayah itu terdiri dari berbagai ukuran. Mulai dari ukuran kecil hingga yang besar.

Unit Tipiter juga sudah diterjunkan kelokasi untuk mengambil sampel yang akan di uji di laboraturium agar diketahui apa penyebab dari matinya ikan di wilayah tersebut. Polres Kotim berjanji akan menelusuri kasus tersebut. Kini timnya mulai bekerja dan mengumpulkan sejumlah alat bukti dan memeriksa para saksi.

--page

"Beberapa sampel sudah kami ambil dari beberapa titik. Nantinya akan diperiksa di laboratorium. Jadi untuk sementara ini kami masih belum bisa memastikan penyebab kematian ikan itu. Kita tunggu saja nanti hasilnya," sebut Kapolres. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-5)