BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan sawit PT Mahkota Group Tbk (MGRO) mengaku tidak mengalami kesulitan dalam mendanai proyek hilirisasi senilai Rp330 miliar dengan membangun pabrik di Kabupaten Bengkalis, Riau.
"Kami melakukan pengembangan industri hilir berupa pembangunan pabrik refinery berkapasitas 1.500 ton per hari dan kernel crushing plant 200 ton hingga 400 ton per hari di Kabupaten Bengkalis," kata Presiden Direktur Mahkota Group, Usli Sarsi, di Jakarta, Selasa (4/9/2018).
Proyek yang dijalankan melalui cucu usaha MGRO, yakni PT Intan Sejati Andalan, ditargetkan rampung pada Juni 2019. Biaya pengembangan pabrik baru ini mencapai Rp330 miliar.
"Untuk pendanaan kami tidak ada kesulitan. Ada dana dari kas internal, kemudian hasil IPO, kami dalam proses pengajuan pinjaman perbankan sekitar Rp50 miliar hingga Rp100 miliar," papar Usli.
Dalam IPO pada 12 Juli 2018, perseroan melepas 703,68 juta saham baru atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan Rp225, sehingga perseroan meraih dana Rp158,33 miliar.
--page
Menurut Usli, 60% dana tersebut atau sekitar Rp95 miliar dialokasikan untuk pembangunan pabrik baru. Adapun, 40% sisanya dipakai sebagai modal kerja entitas anak.
"Dengan adanya pabrik refinery dan kernel crushing plant, perusahaan dapat menghasilkan produk turunan CPO seperti olein atau minyak makan dan sterin, sebagai bahan baku margarin atau oleochemical," ujarnya.
Perseroan juga mempertahankan target pendapatan dan laba bersih pada tahun ini masing-masing sebesar Rp2 triliun dan Rp50 miliar. Faktor yang mendorong kinerja ialah potensi penaikan produksi CPO hingga 3 kali lipat pada semester II/2018 dibandingkan periode 6 bulan sebelumnya. (NEDELYA RAMADHANI/m)








