JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) telah memulai pengembangan lini bisnis baru di luar usaha intinya, yakni peternakan sapi di Kalimantan Tengah.

Berdasarkan paparan perusahaan yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/9/2018), AALI berhasil menjual sebanyak kurang dari 2.000 sapi pada tahun lalu. Hingga semester I 2018, perusahaan mampu menjual sekitar 4.000 ekor sapi.

"Saat ini, kami sedang persiapan impor sekitar 2.000 sapi," tutur manajemen AALI tanpa merinci kapan impor dapat diwujudkan.

Kendati demikian, dengan adanya rencana impor tersebut, perusahaan memproyeksikan penjualan sapi pada tahun ini menjadi tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.

"Kami cukup optimistis dengan bisnis baru ini, walaupun tidak bisa menggantikan bisnis CPO karena marjin masih terlalu kecil," ungkapnya. 

--page

Menyoal target produksi hingga akhir tahun ini, perseroan meyakini kapasitas produksi dapat melampaui realisasi tahun lalu atau lebih tinggi 10%. Untuk itu, perseroan berharap produksi pada kuartal IV akan turun dengan harapan harga bakal meningkat. 

"Secara produksi, perseroan masih lebih baik jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi harga, sampai dengan hari ini harga masih lemah di Rotterdam, sehingga pada kuartal III harga masih akan stagnan," jelasnya.

Sementara itu di sektor sawit, dari total area tertanam milik AALI, area Kalimantan menjadi yang terbesar atau seluas 132,8 ribu hektar atau 45,6% dari luas total perkebunan perseroan. Disusul Sumatera seluas 106,2 ribu hektar atau 36,5% dan Sulawesi sekitar 52 hektar atau 17,9%. 

Dari sisi kepemilikan atas total area perkebunan yang dikelola perseroan, sekitar 224,6 ribu hektar merupakan perkebunan inti atau 77,2% dan 66,3 ribu hektar atau 22,8% merupakan perkebunan plasma. (NEDELYA RAMADHANI/m)