PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Produksi ikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi terganggu, lantaran memasuki masa kemarau. Imbasnya, kondisi ini membayangi bakal adanya kenaikan inflasi bulan-bulan mendatang.

Hal ini menjadi prediksi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng, saat menjelaskan tentang prospek inflasi ke depan di depan gudang Bulog Divre Kalteng jalan Tjilik Riwut Km 7, Selasa (4/9/2018).

“Inflasi pada periode mendatang diperkirakan terdapat beberapa hal yang dapat mempengaruhi tekanan inflasi, antara lain segmen Volatile Foods yaitu potensi terganggunya produksi ikan memasuki musim kemarau,” beber Wuryanto.

Dia mengatakan, pada Agustus 2018, secara keseluruhan komoditas kelompok administered prices merupakan penyebab utama terjadinya Inflasi baik di Kota Palangka Raya dan Sampit.

Sedangkan pada September ini, Wuryanto menyebut untuk faktor Administered Prices adalah penutupan sementara rute maskapai penerbangan dan kenaikan BBM Non-Subsidi yang akan menjadi sebab utama naiknya tingkat inflasi Kalteng. (ROZIQIN/B-11)