PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Berbicara mengenai kondisi ketahanan pangan Kalimantan Tengah (Kalteng), Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Kalteng  memiliki kesiapan sesuai tugas dan kewenangannya.

“Per 30 Agustus 2018, stok beras tersedia 6.063 ton. Hal ini mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan selama 5,41 bulan ke depan. Sebab kebutuhan adalah 1.136 ton/bulan,” kata Kepala Bulog Kalteng, Faisal, Selasa (4/9/2018).

Sedangkan komoditas lain seperti Gula, tersedia sebanyak 321,84 ton, minyak goreng sebanyak 161.716 liter, dan tepung terigu sebanyak 420 Kg.

Sementara mengenai kesiapan dalam hal ketahanan pangan ini, Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail saat kegiatan Uji Tanak dan Peluncuran kegiatan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga Beras Medium di gudang Bulog Bukit Tunggal, mengimbau agar semua pihak berkepentingan memerhatikan petani.

“Perhatikan nasib petani, buatlah sejahtera mereka, dan mari perbanyak jumlah petani ini untuk ketahanan pangan kita. Kadang kala beras naik sedikit saja protes, padahal sisi lain dengan penaikan itu berarti perbaikan petani juga, mereka senang sedikit,” seru Habib.

--page

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi dan SDA Kalteng, Lubis Rada Inin menyatakan, program Rutin Tim pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng dalam mengendalikan harga melakukan beberapa kegiatan.

“Yaitu melakukan pemantauan harga pasar. pengendalian ekspektasi masyarakat dengan melaksanakan press release, juga menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi komoditas yang didatangkan dari luar daerah,” kata dia.

“Peningkatan kualitas atas pemanfaatan kandang penyangga, kolam penyangga, dan pasar penyeimbang untuk menjaga kestabilan harga, ini juga kita lakukan,” tutupnya. (ROZIQIN/B-11)