BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemberlakuan kewajiban semua kendaraan mesin diesel menggunakan bahan bakar solar bercampur biodiesel 20% (B20), dinilai akan membawa sentimen positif bagi kinerja emiten perkebunan sawit, PT Mahkota Group Tbk (MGRO).
"Kinerja produsen minyak kelapa sawit (CPO) ini diperkirakan bisa meningkat hingga akhir tahun," kata Analis Panin Sekuritas, William Hartanto, dalam risetnya medio pekan ini.
Kebijakan B20 mewajibkan penggunaan solar bercampur minyak kelapa sawit 20%, menurut William, akan menjadi sentimen positif bagi emiten-emiten CPO karena akan meningkatkan permintaan CPO, termasuk MGRO, yang juga merupakan salah satu produsen CPO besar.
Dari sisi saham, kata William, prospek saham MGRO masih menarik untuk dikoleksi karena turut terkena sentimen positif dari kebijakan B20 tersebut.
"Sejak diumumkan mengenai B20 ini, saham-saham emiten CPO seperti LSIP (London Sumatra Plantations) dan AALI (Astra Agro Lestari) langsung melonjak harganya. Dan saya berpandangan sentimen positif ini juga akan membawa efek pada MGRO," papar dia.
--page
Di tengah tren yang sideways ini, William rekomendasikan untuk 'buy' untuk saham MGRO di kisaran Rp350 hingga Rp380 per saham.
"Di akhir tahun nanti diharapkan mampu mencapai level Rp500 per saham," ujarnya.
Sekadar informasi, sampai akhir semester I lalu, pendapatan MGRO naik 11% dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp836,59 miliar. Beban pokok pendapatan naik 12% menjadi Rp787,78 miliar.
Rugi perusahaan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 28,5% menjadi Rp17,82 miliar dari Rp24,93 miliar pada Juni 2017. (NEDELYA RAMADHANI/m)








