BORNEONEWS, Tamiang Layang- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kabupaten Barito Timur belum memberikan pendampingan kepada sejumlah anak korban pelecehan seksual oknum ketua RT berinisial Yud alias Hep, 55. Perwakilan DP2PA juga belum bertemu dengan orang tua para korban.
Saat dimintai konfimasi terkait hal itu, Kasi Data Kekerasan Perempuam dan Perlindungan Anak DP2PA Barito Timur, Simpandeliasi, mengatakan bahwa pihaknya baru akan memberikan pendampingan kepada para korban saat hari libur sekolah.
"Kita akan melakukan pendampingan saat korban libur bersekolah seperti Sabtu dan Minggu. Dikarenakan tidak ingin mengganggu aktivitas belajar mereka," tutur Simpandeliasi, Rabu (5/9/2018).
Dalam melakukan pendampingan, DP2PA juga harus dikawal pihak kepolisian. Hal itu tertuang dalam standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditentukan.
"Sampai saat ini DP2PA masih berkoordinasi dengan Polsek Dusun Tengah, walau belum langsung mendatangi korban ataupun orang tua korban, untuk melihat kondisi korban secara langsung," sebutnya.
--page
Ia melanjutkan, selain kepolisian, DP2PA telah berkoordinasi dengan dinas teknis terkait di Provinsi Kalteng. Tujuannya meminta bantuan psikolog anak. Psikolog itulah yang nantinya akan memeriksa kondisi kejiwaan para korban secara intensif.
"Psikolog dari provinsi akan didatangkan nantinya, juga menunggu data yang valid jumlah korban pencabulan yang dilakukan oleh pelaku. Sampai saat ini kita baru dapat data dari polsek korbannya empat orang. Satu orang berusia enam tahun dan tiga orang lainnya berusia 10 tahun. Namun dipemberitaan sebelumnya menyebutkan korbannya ada puluhan orang itu dari mana infonya," tegas dia.
DP2PA juga akan tetap berusaha memberikan perlindungan hukum kepada para korban. Begitu juga dari sisi kesehatan dan hak anak. Mengingat para korban masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).
"Ini korbannya kan masih anak-anak. Takutnya akibat perbuatan tersebut ada penyakit yang berdampak besar di kemudian harinya," pungkas Simpandeliasi.
Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Dusun Tengah Iptu M Syafuan, mengatakan bahwa pihaknya siap berkoordinasi dan membantu atau menemani petugas dari instansi terkait bertemu korban dan orang tua mereka.
--page
“Kita siap jika memang tim melakukan koordinasi dan memerlukan pendampingan terhadap kasus ini. Kita merasa terbantu sebab saat ini yang perlu adalah pemberian pendampingan terhadap korban. Dikarenakan takutnya akan berdampak buruk pada psikis anak,” ucapnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-3)








