BORNEONEWS, Sampit - Kematian ikan secara massal di wilayah sungai Seranau, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai akan berdampak panjang bagi kehidupan masyarakat sekitar.
"Satu dua tahun nantinya diprediksi di sungai Desa Sebabi, Tanah Putih, Runting Tada Kecamatan Telawang yang tercemar, akan sulit ditemui ikan," kata Wakil Ketua DPRD Kotim, H Supriadi, Rabu (5/9/2018).
Maka dari itu, dipastikan masyarakat dalam rentan waktu itu akan beralih profesi dari pencari ikan sungai.
"Kasihan warga di sana, yang mengandalkan sungai untuk mencari ikan. Baik untuk makan maupun mata pencaharian," kata dia.
Dia melihat kondisi itu sangat kejam dan jahatnya pelaku yang sudah mencemari sungai tersebut. Sehingga menimbulkan kesengsaraan masyarakat.
--page
"Sudah di sekitarnya lahan hilang untuk perkebunan kelapa sawit. Tidak ada opsi untuk mencukupi kebutuhan ekonomi warga. Untuk itu, pemkab harus serius mengusut persoalan itu sebagai salah satu bukti keberpihakan kepada warga di sana," tegasnya.
Ia menegaskan ini sudah masuk dalam kejahatan luar biasa, apakah itu sengaja atau tidak, tetap wajib ada yang bertanggung jawab.
Supriadi tidak menampik jika di daerah itu memang ada aktivitas perkebunan kelapa sawit. Kemungkinan dugaan pencemaran itu bisa saja datangnya dari limbah perkebunan atau oknum yang sengaja menebar racun di aliran sungai tersebut. (NACO/B-11)








