PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Terkait penutupan sementara Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama (Kolam) guna penyelesaian pekerjaan pembangunan jalan dan jalan layang atau pile slab, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran meminta masyarakat bisa memahami tujuan kebijakan tersebut.

"Tentunya kita tidak ingin kondisi Jalan Pangkalan Bun-Kolam selalu rusak dari tahun ke tahun. Karena itulah, kita mengupayakan agar jalan penghubung antarkecamatan dan bahkan kabupaten tetangga tersebut bisa dinikmati masyarakat pascaselesainya target pengerjaan," ungkap Gubernur saat meninjauan Jalan Pangkalan Bun-Kolam, Rabu (5/9/2018).

Ia melanjurkan, semua pihak tentunya tidak menginginkan anggaran pengerjaan jalan dan pile slab senilai Rp450 miliar menjadi sia-sia akibat segelintir pihak yang tidak peduli dan tetap melintasi jalan tersebut.

"Karena berdasarkan laporan dari kontraktor, pihaknya mengeluhkan adanya lalu lintas kendaraan, yang berpotensi membuat jadwal penyelesaian bisa molor dari target awal yaitu akhir 2019. Nantinya di beberapa titik, kita akan membangun pos jaga agar tidak ada lagi kendaraan yang melintas di jalan tersebut selama proses pengerjaan. Hal ini akan kami koordinasikan dengan pihak Polda Kalteng selaku aparat keamanan," sebut Gubernur.

Menurut dia, pengguna jalan masih bisa melintasi jalur lain bila ingin bepergian ke Kota Pangkalan Bun atau sebaliknya.

--page

"Walau demikian selama masa penutupan tersebut kami masih bisa memberikan toleransi bagi kendaraan tertentu untuk melintas. Misalnya ambulans atau saat kunjungan kerja pimpinan daerah dalam melayani masyarakat," ucap Gubernur. (KRIDA/B-3)