BORNEONEWS, Sampit - Pasangan suami istri (pasutri) miskin berkebutuhan khusus yang tinggal di sebuah perahu kecil, menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU).
"Pasutri tersebut akan kami bantu. Seperti mengurus perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik untuk mereka," kata Plt Camat MHU Ady Chandra, Rabu (5/9/2018).
KTP elektronik itu harus dimiliki keduanya agar bisa mendapatkan kartu BPJS Kesehatan. Sehinga saat sakit, memiliki jaminan berobat gratis. KTP juga berguna untuk mendapat bantuan lainnya.
Namun perekaman KTP elektronik belum bisa dilakukan, karena saat petugas Kecamatan MHU mendatangi tempat tinggal, pasutri itu mencari ikan si Sungai Sampit.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Bagendang Hilir agar memberitahu kepada kami jika yang bersangkutan sudah bisa ditemui," kata Chandra.
--page
Pemerintah kecamatan akan segera berkoordinasi dinas dengan Dinas Sosial terkait permasalahan tersebut.
Sementara pasutri yang tinggal di dalam perau kecil tersebut dikenal bernama Ananag Ehor dan istrinya dipanggil Badar. Keduanya sudah bertahun-tahun tidak memiliki tempat tinggal, dan pekerjaannya hanya sebagai pencari ikan di Sungai Sampit. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








