JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Agro Indomas menegaskan komitmennya dalam hal praktik berkelanjutan dalam pengelolaan bisnis kelapa sawit di area kelolaan di Kalimantan Tengah.

"Kami berpegang teguh kebijakan tidak ada penggundulan hutan, pembukaan lahan gambut dan tidak ada eksploitasi terhadap sumber daya manusia atau dikenal dengan 'No Deforestation, No Peat and No Exploitation' (NDPE Policy), yang sudah diberlakukan sejak Mei 2017," kata Director Sustainability PT Agro Indomas, Edi Suhardi, di Jakarta medio pekan ini.

"Kebijakan berkelanjutan (Sustainability Policy) ini memang menjadi falsafah kegiatan korporasi kami," tegas Edi.

Sebagai salah satu anak usaha Goodhope Asia Holdings Ltd. atau Grup Agro Harapan Lestari, PT Agro Indomas melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan perkebunan kelapa sawit dan produksi minyak sawit mentah di Sampit, Kalimantan Tengah.

PT Agro Indomas sebagai bagian mikro dalam industri kelapa sawit, melihat beberapa tantangan yang masih akan menghadang pada perkembangan ke depannya, ketika mengejar target pertumbuhan pasar ekspor dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Pengelolaan lahan dan perkebunan serta pembinaan plasma untuk areal yang meliputi puluhan ribu hektar juga membutuhkan penanganan yang serius, agar tidak menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap kelestarian lingkungan dan kualitas hidup penduduk setempat.

"Kami juga menyampaikan kepada pihak-pihak yang bekerja sama dengan PT Agro Indomas untuk melaksanakan aktivitas secara bertanggung jawab, ramah lingkungan dan layak secara ekonomi," ujar Edi Suhardi.  (NEDELYA RAMADHANI/m)