BORNEONEWS, Lombok Tengah - Kisah duka ini datang dari Dusun Montong Dao. Sekitar 99% bangunan yang dihuni oleh 630 kepala keluarga tak layak lagi untuk dihuni. Ini akibat gempa dahsyat 70 Skala Richter yang melanda sejumlah kawasan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
“Seratus persen kurang dua rumah yang hancur. Boleh dibilang sekitar 99%,” kata H Jauhari, relawan yang banyak berkiprah di Dusun Montong Dao, Desa Taratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah.
Saat kunjungan Tim Bantuan Kemanusiaan Citra Borneo Indah (CBI) Group ke Dusun Montong Dao, Selasa (4/9/2018), sebagian besar bangunan memang hancur. Kalau pun terlihat masih ada yang tegak bediri, namun dipastikan sudah tidak lagi untuk digunakan.
Sejumlah warga terlihat sibuk menghancurkan bongkahan tembok yang sudah rubuh. Aktivitas ini tak hanya melihatkan tenaga laki-laki, tetapi juga kaum perempuan. Sedikitnya ada dua peremopuan separuh baya yang bekerja menghancurkan runtuhan tembok itu di tengah terik matahari.
Sebuah posko bantuan didirikan di tepi jalan raya. Ada saja orang datang ke posko itu untuk memberikan bantuan.
“Namun karena jumlah korban di sini terbilang banyak, jadi kami menerima bantuan sekitar lima hari atau enam hari sekali dari posko,” kata seorang warga.
Sementara sejumlah ormas dari Jakarta terlihat sudah mendirikan beberapa bangunan semi permanen untuk tempat tinggal sementara. Sebuah lembaga amil zakat mendirikan beberapa tempat Mandi Cuci Kaki (MSCK).
Guna meringankan penderitaan warga, tim CBI Group menyerahkan sejumlah bantuan. Penyerahan bantuan grup usaha milik pengusaha H Abdul Rasyid AS itu kepada warga disampaikan oleh Humas CBI Group Adi Rahadi dengan disaksikan oleh sejumlah warga. Tak ketinggalan Yayasan Darul Mukhlisin Padamara yang dipercaya oleh CBI Group sebagai penyalur bantuan kemanusiaan untuk para korban gempa di Lombok.
Seperti apa suasana di Dusun Montong Dao itu? Saksikan tayangan video berikut ini. (EDIYA MORALIA/m)








