BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebijakan pemerintah membatasi impor akan memberikan sentimen positif bagi emiten kelapa sawit, plastik, kertas dan petrokimia.
"Pembatasan impor yang dilakukan oleh pemerintah terhadap beberapa komoditi adalah sebuah kebijakan yang tepat. Pembatasan impor tersebut memang berbarengan dengan pelemahan rupiah, namun ini bisa menjadi langkah yang tepat untuk memangkas defisit neraca dagang," kata analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, dalam risetnya, Kamis (6/9/2018).
Nafan menilai, kebijakan ini patut diapresiasi oleh para pelaku pasar sebab memberikan sentimen positif bagi sejumlah emiten di sektor plastik, kertas, kelapa sawit, dan petrokimia.
"Kebijakan yang akan diterapkan pemerintah ini berpotensi untuk meningkatkan pendapatan maupun laba bersih dan pergerakan saham emiten-emiten tersebut," papar dia.
Dari sisi saham, Nafan merekomendasikan untuk beli saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
--page
"BRPT boleh dibeli dengan target harga jangka panjang di level Rp 2.120 per saham. TKIM boleh dibeli dengan target harga jangka panjang di level Rp 19.000 per saham," ujarnya.
Untuk LSIP, nafan merekomendasikan beli dengan target harga jangka menengah di level di level Rp 1.510 dan jangka panjang di level Rp 1.650 per saham. Untuk AALI boleh dibeli dengan target harga jangka panjang di level Rp 15.000 per saham. (NEDELYA RAMADHANI/m)








