MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Dalam sepekan terakhir, setidaknya terjadi empat kasus kebakaran hutan atau lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Utara. Akibat peristiwa itu, puluhan hektare hutan dan lahan hangus dilalap api. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara Gazali Montallatua didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik Rizali Hadi, mengungkapkan bahwa persoalan karhutla sebenarnya sudah sering disosialisasikan ke masyaraka. Terutama terkait larangan membakar lahan dan kebun, sesuai dengan Intruksi Presiden dan Maklumat Kapolda Kalteng.

Namun, kasus karhutla ini masih saja terjadi di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. Bahkan, dalam kurun waktu sepekan terakhir, terjadi kebakaran lahan di empat lokasi berbeda.

Pertama, terjadi di Desa Pendreh, tepatnya di jalan PT Nantoy pada Jumat (31/8/2018). “Sekitar ada 2 hektare lahan yang terbakar dan untuk memadamkannya, tim gabungan pemadam dari Manggala Agni dan BPBD Barito Utara turun ke lokasi. Api baru padam atau berhasil dikendalikan dalam waktu kurang lebih 5 jam,” kata Gazali, Kamis (6/9/2018).

Kedua, kebakaran terjadi di Jalan Pendreh. Luas lahan yang terbakar sekitar 1 hektare. Pada Senin (3/9/2018) malam, terjadi lagi kebakaran lahan lokasi kuburan muslimin, Kelurahan Lanjas, dengan luas sekitar 0,5 hektare.

--page

Terakhir, kebakaran lahan terjadi di Km 8, jalan Muara Teweh-Puruk Cahu, yang lokasinya masuk sekitar 1 kilometer dari jalan poros. “Luas lahan yang terbakar sekitar 4 hektare. Sedangkan untuk waktu pemadamannya sekitar 2 jam,” kata Gazali. (RAMADANI/B-3)