MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh– Jarak dan akses jalan menjadi salah satu kendala dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Utara.

Selain itu, sumber air pada musim kemarau yang terus mengering. Sehingga petugas kesulitan mendapatkan sumber air untuk memadamkan api.

“Akses komunikasi juga menjadi salah satu kendala yang terjadi di lapangan. Sehingga untuk pelaporan terhadap kejadian karhutla menjadi sulit," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara Gazali Montallatua didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik Rizali Hadi, Kamis (6/9/2018).

Akses komunikasi turut menjadi penghambat lantaran beberapa daerah di Kabupaten Barito Utara belum terjangkau jaringan telekomunikasi.

Disampaikan Gazali, pihaknya telah memasang spanduk di beberapa lokasi strategis yang berisi larangan membakar hutan dan lahan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat.

--page

“Kita terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan di daerah ini. Sejak Juni lalu, Pemkab Barito Utara juga sudah menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan,” katanya.

Selain itu, petugas BPBD rutin mengadakan patroli setiap pekan ke kecamatan dan telah membangun posko siaga darurat karhutla. (RAMADANI/B-3)