BORNEONEWS, Lombok Tengah - Dusun Keluncing letaknya bersebelahan dengan Dusun Montong Dao yang hampir 100 persen hunian warganya runtuh akibat gempa Lombok. Di Dusun Kelunching warga terlihat mulai kembali menata kehidupan pascagempa.
Saat Tim Bantuan Kemanusian Citra Borneo Indah (CBI) Group berkunjung ke Dusun Kelunching, Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa (4/9/2018), terlihat warga mulai kembali ke rutinitas sebelum gempa terjadi.
Seperti pengrajin kayu yang berlokasi di dekat gerbang pintu masuk dusun. Ada pula warung yang menyediakan kebutuhan sehari-hari, meski warung tersebut dibangun semi permanen di depan halaman rumah yang rusak parah.
“Hal terpenting saat ini adalah warga bisa kembali ke rumahnya. Meski tinggal di dalam tenda di depan rumah, yang penting mereka bisa mencari nafkah seperti sedia kala. Ini lebih baik daripada mereka tinggal di tempat penampungan, yang akan banyak muncul problem baru di sana,” kata H Furqon, relawan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Alfurqon kepada Borneonews.
Ia mengimbau agar para donatur yang ingin membantu para korban gempa di Lombok lebih banyak menyumbangkan bahan-bahan bangunan, seperti kayu, aluminium, seng, asbes, triplek, dll.
--page
“Ini berguna agar warga bisa kembali ke tempat asalanya, dan membangun hunian sementara sambil tetap beraktivitas mencari nafkah,” katanya lagi.
Dusun Keluncing memang lebih terlihat lebih ramai warga daripada sejumlah dusun yang sebelumnya sempat dikunjungi Tim CBI Group. Meski umumnya mereka masih tinggal di tenda ala kadarnya yang dibangun di pekarangan rumah.
Masjid Mujahidin di dusun tersebut juga lengang. Hanya 1-2 warga saja yang mendirikan hunian darurat di halaman pekarangan masjid itu yang hingga kini belum dipastikan apakah masih aman untuk digunakan.
Di pelataran masjid ini, Humas CBI Group Adi Rahadi menyerahkan bantuan untuk warga.
Sebelumnya diberitakan bantuan dari CBI Group yang didirikan oleh pengusaha asal Pangkalan Bun H Abdul Rasyid AS itu telah tiba di Lombok Timur, Senin (3/9/2018) siang. Tepatnya di Yayasan Darul Mukhlisin Padamara, di Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
--page
Bantuan itu berupa 3.000 kg gula yang terbagi menjadi 120 zak, 12.000 dus mi instan, 35 bal selimut, 3.000 botol minyak goreng kemasan 900 ml, 50 dus biskuit kalong, 576 dus susu bubuk, 10 bal tikar, 10 bal kali raffia, 1.000 buah sarung, dan 200 lembar terpal (EDIYA MORALIA/m)








