SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) kian melemah. Hal tersebut memicu pada lonjakan harga emas di pasaran. Seperti yang terlihad di kawasan Pusat Pembelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.

H Sani, salah seorang pedagang emas, mengatakan ada penaikan harga jual seiring menguatnya dolar Amerika. Namun, masih dalam tahap wajar.

"Harganya belum terlalu melonjak tinggi. Jumlah pembeli masih stabil. Tidak tahu dalam beberapa waktu ke depan," kata Sani, Kamis (6/9/2018).

Adapun harga saat ini, ada penaikan 10 persen untuk emas batangan atau lantakan yang sebelumnya Rp 580.000 per gram, emas 999 atau Amerika yang sebelumnya Rp 585.000 per gram. Kemudian, ada penaikan 5 persen emas 750 dari Rp 525.000 per gram.

Sementara tiga jenis emas lainnya belum ada penaikan harga, yaitu emas 700 atau Singapore seharga Rp 470.000 per gram, emas 420 Rp 290.000 per gram, dan emas 375 masih Rp 270.000 per gram.

--page

"Untuk tiga jenis ini memang masih standar. Tapi belum tahu nanti, bisa juga ikut naik," jelasnya.

Ada kekhawatiran pedagang jika harga emas naik terlalu tinggi. Yakni penyusutan jumlah pembeli, serta meningkatnya jumlah masyarakat yang menjual emas. (EKA YUSSRONA/B-11)