PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Era digital memang menuntut semua orang bergerak mengikuti kecanggihan teknologi. Begitu pula dengan BPJS Kesehatan yang saat ini tengah dalam masa uji coba rujukan online.

Beragam tanggapan masyarakat akan sistem baru inipun muncul. Ada yang mengapresiasi, ada pula yang mengkritisi.

"Kalau saya setuju saja karena memang memudahkan," kata Ferry Santoso (38), Jumat (7/9/2018), yang baru merasakan sistem rujukan online.

Ferry meminta rujukan dari Puskesmas Bukit Hindu untuk memeriksakan kesehatan matanya. Meski demikian, Ferry tidak mengetahui klinik mata atau rumah sakit mana yang dapat melayani keluhannya itu.

"Di Puskesmas saya ceritakan bahwa saya ini merasa mata sudah buram tapi saya tidak ingin menggunakan kacamata dulu. Jadi di Puskesmas dicarikan klinik mata yang bisa memberikan terapi," katanya.

--page

"Ini membantu sekali karena data di Puskesmas itu yang mempermudah untuk mencari klinik atau rumah sakit yang sesuai kebutuhan pasien," tambah Ferry.

Sementara itu, Andri Setiawan memiliki pengalaman kurang menyenangkan dengan sistem baru ini.

"Anak saya berobat ke Puskesmas ternyata katanya sudah lemas jadi harus dirujuk ke rumah sakit. Sama dokter pas diperiksa katanya harus dirujuk ke RS Bhayangkara. Saya sudah lega karena dekat dengan rumah, gampang bolak baliknya," kata Andri.

Tenyata saat akan dikeluarkan surat rujukan oleh admin, lanjut Andri, sistem online ini hanya membolehkan dirujuk ke spesialis anak di RS Doris Sylvanus.

"Dokternya juga tidak tahu, makanya dirujuk ke RS Bhayangkara. Ternyata dengan sistem online ini hanya bisa dirujuk ke spesialis anak di Doris. Katanya sudah tersistem, tidak bisa diminta pindah. Jadi terpaksa di rumah sakit sesuai rujukan saja walaupun agak ribet," kata dia. (TESTI PRISCILLA/B-11)