SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pasnagan suami istri berkebutuhan khusus yang bertahun-tahun menghuni perahu kecil, ternyata lupa dengan identitas aslinya. Bahkan nama asli pun tak diingat. 

"Suami sudah lupa nama aslinya, begitu juga dengan istrinya yang tunawicara," kata kasi PMD Kecamatan Mentaya Hilir Utara Hasrul Hamid, Jumat (7/9/2018). 

Hal itu pun cukup menyulitkan petuags mencari identitas asli pasutri yang dikenal dengan nama Anang Ehor dan Badar si istri tersebut. Identitas seperti buku nikah pun tidak ada.

"Kami sudah bertemu pasutri itu. Tidak ada identitas yang bisa kami pakai untuk perekaman KTP elektronik," kata Hasrul. 

Terkait itu, pihaknya sudah berusaha mencari tahu keluarga pasutri itu. Namun hingga saat ini belum ditemukan. Sementara keterangan Anang Ehor, dia sudah tidak memiki keluarga di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU) tersebut. 

--page

Anang Ehor juga mengaku pendatang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Dia dan istrinya sudah puluhan tahun menghuni Kecamatan Mentaya Hilir Utara. 

"Kami usahakan dibuatkan KTP elektornik, agar mendapatkan haknya sebagai warga Kotim," terang Hasrul. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)