BORNEONEWS, Sampit - Meskipun sudah terjadi hujan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), namun status darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah ini masih diberlakukan.
"Saat ini status darurat Karhutla masih diberlakukan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Jumat (7/9/2018).
Hal itu dilakukan karena dari pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika saat ini belum penuh musim penghujan. Sehinga potensi terjadinya karhutla masih tinggi. Hal itupun membuat tim Satgas Karhutla belum memutuskan untuk menurunkan status darurat tersebut.
"Kami masih menunggu informasi selanjutnya dan keadaan dilapangan. Jika memang sudah memasuki musim penghujan, maka status tersebut bisa diturunkan atau dicabut," kata Yusup.
Sementara saat ini tidak ada kejadian karhutla di Kotim. Ini terjadi sudah lebih dari sepekan terakhir. Hal itupun patut disyukuri, karena kabut asap tipis yang sempat menyelimuti Kota Sampit hilang, dan beberapa titik kebakaran lahan juga padam, dengan adanya hujan deras.
Sebelumnya kebakaran lahan di Kotim terjadi hampir setiap hari. Bahkan setidaknya mencapai 342 kasus kebakaran lahan yang terjadi di daerah ini. Dengan jumlah tersebut, tim Satgas Karhutla sempat kewalahan, hingga harus dibantu dengan pemadaman melalui jalur udara dengan water bombing. (MUHAMMAD HAMIM/m)








