PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puskesmas Kayon, Palangka Raya hari ini kebanjiran pasien usia sekolah. Mereka meminta untuk divaksin Measle-Rubella (MR). Rata-rata adalah anak usia TK dan SD didampingi orang tua untuk mendapatkan vaksin dari pihak Puskesmas.

"Di sekolah anak saya kemarin di Langkai itu menolak vaksin MR jadi saya datang sendiri ke Puskesmas hari ini untuk memberi anak saya vaksin MR. Saya takut akibatnya kalau tidak divaksin. Saya bingung juga kenapa sekolah menolak. Tapi ya sudahlah, yang penting anak saya sudah menerima vaksin MR," kata seorang ibu yang tidak ingin namanya disebutkan, saat ditemui di Puskesmas Kayon, Jumat (7/9/2018).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo mengatakan, saat ini pihaknya tengah menggencarkan sosialisasi pentingnya vaksin Measles (campak) and Rubela. Sosialisasi ini dilakukan untuk menunjang target 95% vaksin untuk wilayah Kota Palangka Raya.

"Memang ada yang menolak dengan berbagai alasan, ada juga yang menunda-nunda untuk vasin. Padahal vaksin ini aman dan sudah diperbolehkan oleh MUI," kata drg Andjar.

Menurutnya, pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan pihaknya menyasar ke sekolah-sekolah dan kelurahan yang masih belum optimal.

--page

"Sampai saat ini capaian realisasi vaksin MR masih jauh dari target. Target capaian 95 persen, realisasi capaian baru 37 persen atau masih kurang 58 persen dari total 65.703 sasaran vaksin," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-2)