BORNEONEWS, Palangka Raya- Perbaikan dan pembangunan jalan Bukit Rawi, Kota Palangka Raya, diupayakan selesai pada akhir 2019.
Ketua tim kunjungan kerja Komisi V DPR RI Anton Sukartono Surrotno saat meninjau jalan Bukit Rawi, Jumat (7/9/2018), mengaku prihatin melihat kondisi infrastruktur tersebut.
Pasalnya, jalan yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan Kota Buntok itu selalu banjir saat musim hujan.
"Kami merasa prihatin karena jalan nasional ini selalu tergenang air saat musim hujan datang. Hasil dari kunjungan ini akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat," janji Anton.
"Kami hanya melakukan pengkajian lalu menyampaikan kepada pemerintah pusat. Informasinya, pemerintah pusat ingin perbaikan atau pembagunan jalan Bukit Rawi ini selesai pada 2019," sebutnya.
--page
Sementara itu, Kepala BBPJN XI Banjarmasin (Kalbar–Kalteng-Kalsel) Timbul Manahan Pasaribu, mengatakan ada tiga alternatif dalam menangani jalan Bukit Rawi. Yakni menggunakan timbunan ringan mortar-busa dan geotekstile serta cerucuk.
Selain itu, ada juga tipe timbunan pilihan, geotekstile dan cerucuk. Terakhir dengan pile slab yang selama ini dipakai untuk pembangunan jalan rawan banjir di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.
"Tiga alternatif itu yang masih kami kaji untuk pembangunan jalan Bukit Rawi yang menghubungkan Palangka Raya dan kabupaten lainnya di DAS Barito. Tentu, kami akan mencari yang tepat dan hemat untuk pembangunanya," ujar dia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kalteng Shalahuddin, mengusulkan agar perbaikan jalan Bukit Rawi menggunakan pile slab atau jembatan layang.
"Memang biaya pembangunnya lebih mahal, namun mampu bertahan hingga 200 tahun ke depan," ujarnya. (GAZALI/B-3)








