PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif tidak mempengaruhi ekonomi Kalimantan Tengah (Kalteng). Ada sejumlah alasan kenapa bisa demikian.

Nilai tukar akan berdampak terhadap korporasi yang memiliki eksposure hutang luar negeri dan perusahaan yang menggunakan bahan baku atau sparepart impor.

Sementara di Kalteng ini, korporasi yang melakukan impor bahan baku/sparepart ini masih dalam skala relatif kecil.

Analisis  ini disampaikan Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalteng, Setian, saat ditanya imbas dari pelemahan rupiah oleh dolar yang sedang tren pembicaraan aktual saat ini dan dampaknya untuk Kalteng.

“Jadi secara keseluruhan pelemahan nilai tukar relatif tidak mempengaruhi ekonomi Kalteng. Kalau dari sisi inflasi, ada potensi tekanan harga pada komoditas dari kelompok ‘core’ khususnya komoditas yang mengandung bahan baku impor,” jelasnya.

--page

Lalu apakah ada perubahan kebijakan penyaluran kredit konsumtif kepada nasabah Kalteng dan berpengaruh terhadap naik/turunnya jumlah kreditur atau debitur serta apa kebijakan BI?

Setian mengatakan, apabila sudah terkait penyaluran kredit maka setiap Bank akan memiliki standard prosedur masing-masing dan kebijakan BI tidak sampai masuk kesana.

“Kebijakan penyaluran kredit konsumtif itu masing-masing bank,” ucapnya. (ROZIQIN/B-5)