PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Imbas dari turunnya nilai rupiah terhadap dolar AS, banyak ditengarai membawa dampak kepada dunia perbankan.

Tidak hanya pada perilaku atau spekulasi nasabah terhadap simpanannya, bahkan mungkin juga kebijakan perbankan misalnya terkait suku bunga. 

Sehingga berimbas naik-turunnya jumlah debitur dan kreditur. Namun salah satu perbankan di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengatakan tidak terlihat dampak ini.

Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Palangka Raya, Dedy, mengatakan saat ini pihaknya belum mengeluarkan kebijakan khusus untuk menyikapi melemahnya kurs rupiah terhadap dollar yang berimbas ke perekonomian lokal.

"Belum ada kebijakan khusus untuk pengajuan kredit, dan jumlah debitur masih belum ada perubahan drastis," singkat Dedy kepada Borneonews, Sabtu (8/9/2018).

--page

Sementara itu, salah satu pengaju kredit, Elita, memperkirakan ada dampak tersendiri terkait pelemahan rupiah terhadap dolar. Pasalnya, ia mengajukan kredit namun keputusan disetujui atau tidaknya cukup lama.

"Mungkin pihak bank memperkirakan kemampuan pemberian kredit karena isu dolar menguat ini, sehingga berdampak pada kebijakan hati-hati, memperketat, atau menunda pencairan kepada nasabah," duganya. (ROZIQIN/B-5)