BORNEONEWS, Sampit - Melemahnya nilai tukar rupiah hingga kini terus jadi sorotan banyak pihak. Bahkan dikhawatirkan akan mempengaruhi berbagai sektor. Walaupun begitu Ketua DPRD Kabupaten Kotim HM Jhon Krisli menyebutkan, nilai tukar rupiah yang melemah diperkirakan tidak akan memengaruhi struktur APBD Kotim 2019.
"Menurut pandangan kami pelemahan tukar rupiah ini terjadi secara global dan tidak akan terlalu berpengaruh karena kita tidak banyak melakukan ekspor," kata Jhon, Sabtu (8/9/2018).
Ia yakin anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019 ada peningkatan dari sebelumnya. Dalam rangka mendukung berbagai sektor pembangunan di daerah ini. Baik itu di sisi infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
Sejauh ini nilai tukar rupiah sudah mencapai angka Rp15.000 untuk 1 USD. Angka tersebut semakin membuat rupiah menurun dan diprediksi akan mengganggu harga kebutuhan lainnya.
Dari itu Jhon berharap rupiah bisa menguat dan kembali stabil. Agar daya beli masyarakata dipasaran bisa meningkat. Namun baginya ini jangan sampai menjadi keresahan.
--page
Ia yakin pemerintah pusat tentunya terus berupaya untuk mencarai solusi mengatasi permasalahan tersebut. Apalagi menguatnya nilai dollar terjadi secara global. (NACO/B-5)








