BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya Sugianor meminta agar pemerintah kota (Pemko) mengecek penyebab melejitnya harga elpiji 3 Kg di Kota Cantik. "Kami meminta pemko untuk segera mendeteksi penyebab masih tingginya harga gas bersubsidi tersebut," kata Sugianor, Sabtu (8/9/2018).
Hingga saat ini, harga elpiji 3 Kg masih beragam. Jika biasanya di kawasan Tingang Ujung harga eceran elpiji berkisar Rp25 ribu -Rp26 ribu, kini harganya sudah mencapai Rp30 ribu. Itu pun dengan kondisi yang susah didapat.
Meskipun harganya sudah mencapai angka Rp30 ribu, masyarakat tetap saja membelinya. "Harga eceran tertinggi (HET) di tingkat agen itu hanya Rp17.500 per tabung. Untuk itu dinas perindustrian dan perdagangan kota agar mencari penyebab belum normalnya harga gas bersubdisi," kata Politisi PKB itu.
Menurutnya, jangan sampai masyarakat kesusahan gara-gara harga elpiji yang melejit, lebih-lebih kelangkaan yang terjadi. (TESTI PRISCILLA/B-2)








