BORNEONEWS, Sampit- Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur Syahbana, menduga kegagalan sejumlah kegiatan yang diprogramkan satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) di samping memang tidak terencana dengan baik, juga ada korodidor dan tata aturan yang tidak ditaati.
Padahal, DPRD dalam berbagai kesempatan sudah sering mengingatkan Pemkab Kotim akan hal itu. Supaya realisasi anggaran terlaksana dalam upaya mencapai target yang telah ditetapkan.
Menurut Syahbana, sangat disayangkan bila ada kegiatan terpaksa gagal dilaksanakan lantaran buruknya perencanaan. Tentu hal itu jadi tanda tanya besar seperti apa kinerja SOPD terkait dalam melaksanakan anggaran?
Karena jika terus menurut seperti itu, pihaknya tidak akan tinggal diam. Apalagi ke depan dalam hal persetujuan anggaran, masih banyak SOPD lain yang mampu dan lebih membutuhkan.
Begitu juga ketika disinggung soal realisasi pendapatan yang melebihi target, tidak dapat diapresiasi secara berlebihan. Itu harus menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih keras guna menggali pendapatan.
--page
Disebutkan Syahbana, pencapaian yang ditetapkan justru jangan jadi target akal-akalan yang sengaja dipasang rendah sehingga terkesan target terlampaui.
"Terkhusus untuk APBD perubahan ini kami masih menekankan pemerataan pembangunan dan asas keadilan," kata dia, Minggu (9/9/2018).








