PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga gas elpiji 3 kilogram (Kg) di Kota Palangka Raya melonjak. Di kawasan Tingang Ujung misalnya, dari sebelumnya antara Rp 24.000 - 26.000 per gabung, kini naik menjadi Rp 30.000 per tabung.

Terkait itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya, Ikhwanudin mengatakan pihaknya merencanakan inspeksi untuk mengecek penaikan harga elpiji ini.

"Kami akan menurunkan tim untuk mengecek di lapangan. Jika memang terjadi kenaikan kami akan melakukan penelusuran lanjutan, memastikan apa penyebabnya," kata Ikhwanudin, Minggu (9/9/2018).

Ikhwanuddin mengatakan tim tersebut nantinya akan dibackup oleh tim gabungan dari kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Kita berharap hasil penelusuran dapat menjadi acuan untuk kembali menetralkan harga gas melon tersebut sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah," katanya.

--page

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Sugianor mengatakan bahwa pemerintah kota (Pemko) mengecek penyebab melejitnya harga gas elpiji 3 Kg di Kota Cantik.

"Kami meminta pemko untuk segera mendeteksi penyebab masih tinggi harga gas bersubsidi tersebut. HET di tingkat agen itu hanya Rp 17.500 per tabung. Untuk itu dinas perindustrian dan perdagangan kota agar mencari penyebab belum normalnya harga gas bersubsidi," kata Sugianor. (TESTI PRISCILLA/B-11)